
AI agent semakin banyak digunakan untuk membantu berbagai pekerjaan, mulai dari coding, riset, membuat presentasi, mengelola file, hingga pekerjaan rutin lainnya. Namun, penggunaan AI tidak selalu harus dilakukan melalui chatbot yang dibuka dari browser.
Salah satu pendekatan yang menarik adalah memasang AI agent di server sendiri sehingga agent dapat berjalan di server dan diakses dari berbagai perangkat, termasuk smartphone.
Dalam tutorial ini, kita akan membahas konsep dan alur pemasangan AI agent menggunakan VPS (Virtual Private Server). Berdasarkan tutorial yang menjadi sumber artikel ini, server yang digunakan adalah VPS dengan Ubuntu Server, kemudian AI agent dijalankan menggunakan Claude Code dan dibuat tetap aktif menggunakan tmux.
Menariknya, kebutuhan server pada tahap awal tidak harus menggunakan komputer mahal seperti Mac Mini atau mini PC yang harus menyala di rumah. VPS dapat menjadi alternatif yang lebih sederhana karena server tersebut bisa diakses secara remote dari mana saja.
Catatan: Nominal Rp100 ribuan dalam artikel ini mengikuti contoh harga yang ditampilkan pada transkrip/tutorial. Harga VPS dapat berubah tergantung provider, spesifikasi, lokasi server, kurs, periode pembayaran, dan promo.
Apa Itu AI Agent?
Sebelum masuk ke tutorial, penting memahami perbedaan antara chatbot AI biasa dan AI agent.
Chatbot umumnya digunakan untuk berkomunikasi dengan model AI. Saya memberikan instruksi, kemudian AI memberikan jawaban dalam bentuk teks atau output tertentu.
AI agent memiliki pendekatan yang lebih luas. Agent dapat menggunakan berbagai tools dan menjalankan pekerjaan tertentu berdasarkan instruksi yang diberikan.
Dalam transkrip, AI agent dicontohkan untuk membantu pekerjaan seperti coding, membuat presentasi, melakukan riset, hingga pekerjaan yang menunjang produktivitas sehari-hari.
Namun, bukan berarti AI agent dapat dibiarkan bekerja tanpa pengawasan.
AI tetap perlu disupervisi. Hasil yang diberikan harus diperiksa, kemudian diperbaiki atau diarahkan kembali jika belum sesuai kebutuhan. Jadi, AI agent lebih tepat diposisikan sebagai asisten kerja, bukan pengganti manusia sepenuhnya.
Baca Juga: Antigravity IDE Resmi Diperkenalkan Google, Platform AI Baru untuk Developer Jadi Sorotan
Kenapa Menggunakan VPS?
VPS merupakan komputer virtual yang disewakan oleh penyedia server dan dapat diakses secara remote melalui internet.
Sederhananya, kita tidak perlu membeli komputer khusus lalu menyalakannya selama 24 jam di rumah. Kita menyewa resource server dari provider dan mengaksesnya dari perangkat yang kita miliki.
Pendekatan ini cocok untuk AI agent karena server dapat terus berjalan meskipun laptop yang digunakan untuk mengaksesnya sedang mati.
Dalam tutorial, Ubuntu Server dipilih karena dianggap ringan, fleksibel, memiliki banyak tools yang tersedia, serta dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan.
Spesifikasi VPS yang Dibutuhkan
Untuk memulai, tidak harus menggunakan server dengan spesifikasi yang sangat tinggi.
Dalam contoh tutorial, VPS yang digunakan memiliki konfigurasi sekitar:
- 4 CPU
- 8 GB RAM
- 100 GB SSD
- Ubuntu Server
- 1 IP address
Harga yang ditampilkan dalam tutorial berada di kisaran Rp100 ribuan per bulan, meskipun ketika memilih periode pembayaran tertentu harga akhirnya dapat berubah.
Untuk kebutuhan awal, storage 100 GB dianggap sudah mencukupi untuk menjalankan AI agent tersebut.
Jika nantinya workload semakin berat dan server terasa lambat, resource VPS dapat ditingkatkan.
1. Siapkan VPS
Langkah pertama adalah membeli VPS dari provider yang menyediakan server virtual.
Dalam transkrip, contoh provider yang digunakan adalah Contabo. Namun, tutorial juga menyebutkan bahwa pengguna dapat memilih provider lain, termasuk provider lokal.
Saat membuat VPS, pilih sistem operasi berbasis Linux, dalam contoh ini menggunakan:
Ubuntu Server
Untuk kebutuhan tutorial, beberapa layanan tambahan seperti backup dan private networking tidak digunakan agar biaya tetap rendah.
Setelah proses pemesanan selesai, tunggu sampai VPS selesai dibuat dan siap digunakan.
2. Simpan IP Address, Username, dan Password
Setelah VPS aktif, biasanya Anda akan mendapatkan beberapa informasi penting untuk mengakses server.
Tiga informasi yang harus disimpan adalah:
- IP address
- Username
- Password
Pada Ubuntu Server, tutorial menggunakan user root.
Informasi tersebut digunakan untuk melakukan login ke VPS melalui koneksi SSH. Jangan membagikan IP address, username, maupun password server secara sembarangan.
Untuk keamanan akun provider, aktifkan juga two-factor authentication (2FA) jika tersedia. Tutorial menekankan bahwa 2FA dapat membantu meningkatkan keamanan akun.
3. Login ke VPS Menggunakan SSH
Setelah VPS aktif, kita perlu mengakses server.
Jika menggunakan macOS atau Linux, terminal dapat digunakan untuk melakukan koneksi SSH. Pengguna Windows juga dapat menggunakan terminal yang tersedia atau aplikasi SSH seperti PuTTY.
Format dasarnya adalah:
ssh root@IP_ADDRESS
Ganti IP_ADDRESS dengan alamat IP VPS yang diberikan oleh provider.
Setelah menjalankan perintah tersebut, sistem akan meminta konfirmasi koneksi dan password server.
Masukkan password yang sebelumnya dibuat.
Jika berhasil, kita sudah masuk ke Ubuntu Server melalui terminal.
4. Install AI Agent di VPS
Setelah berhasil masuk ke server, tahap berikutnya adalah memasang AI agent.
Dalam tutorial ini, AI agent yang digunakan adalah Claude Code.
Claude Code digunakan karena dapat berjalan sebagai agent di lingkungan server dan dapat melakukan berbagai pekerjaan melalui terminal.
Namun, konsepnya tidak terbatas pada satu model AI saja. Transkrip juga menjelaskan bahwa pendekatan serupa dapat diterapkan menggunakan agent atau model lain selama tools tersebut mendukung lingkungan server yang dibutuhkan.
Gunakan Dokumentasi Resmi
Salah satu kebiasaan penting ketika bekerja dengan tools developer adalah membaca dokumentasi.
Daripada mengandalkan tutorial lama, cari dokumentasi resmi tools yang digunakan dan ikuti instruksi instalasi terbaru.
Dalam tutorial, dokumentasi Claude Code digunakan untuk menemukan instruksi instalasi yang sesuai dengan Linux.
Setelah perintah instalasi dijalankan, tunggu hingga proses selesai.
Jika instalasi berhasil, Claude Code dapat dijalankan melalui terminal.
5. Login ke Claude Code
Setelah Claude Code terpasang, kita perlu menghubungkan aplikasi tersebut dengan akun Claude.
Jalankan Claude Code melalui terminal, kemudian ikuti instruksi login yang ditampilkan.
Pada proses tersebut, browser akan digunakan untuk melakukan autentikasi. Setelah berhasil login, kode autentikasi dapat dimasukkan kembali ke terminal.
Jika berhasil, Claude Code akan memberikan konfirmasi bahwa proses login telah selesai.
Pada tahap ini, AI agent sebenarnya sudah terpasang di VPS.
Namun, ada satu masalah.
Jika koneksi SSH ditutup, proses yang sedang berjalan di terminal dapat ikut berhenti. Karena itu, kita membutuhkan cara agar AI agent tetap berjalan meskipun kita tidak sedang terhubung ke VPS.
6. Gunakan tmux agar AI Agent Tetap Berjalan
Solusinya adalah menggunakan tmux.
tmux merupakan terminal multiplexer yang memungkinkan kita menjalankan dan mengelola beberapa sesi terminal. Salah satu manfaatnya adalah proses dapat tetap berjalan di background ketika koneksi SSH kita putus.
Tutorial menggunakan tmux agar Claude Code dapat terus berjalan di VPS meskipun laptop sudah tidak terhubung.
Install tmux dengan:
sudo apt install tmux
Setelah instalasi selesai, buat session baru.
Contohnya:
tmux new -s ai-agent
Sekarang kita sudah berada di dalam session tmux.
7. Buat Folder Workspace untuk AI Agent
Sebaiknya pekerjaan AI agent tidak diletakkan langsung di root directory.
Buat folder khusus sebagai workspace.
Contohnya:
mkdir "AI Workspace"
Kemudian masuk ke folder tersebut:
cd "AI Workspace"
Dengan workspace terpisah, file dan pekerjaan agent menjadi lebih terorganisasi.
Dalam tutorial, workspace tersebut digunakan sebagai tempat Claude Code bekerja.
8. Jalankan Claude Code di dalam tmux
Setelah masuk ke workspace, jalankan Claude Code:
claude
Jika diminta melakukan konfirmasi terhadap folder workspace, ikuti instruksi yang muncul.
Sekarang Claude Code sudah berjalan di dalam session tmux.
Tetapi kita masih perlu membuatnya dapat diakses dari perangkat lain.
9. Aktifkan Remote Control
Salah satu bagian menarik dari tutorial adalah kemampuan untuk mengakses session Claude Code dari perangkat lain.
Dengan remote control, session AI agent yang berjalan di VPS dapat diakses melalui aplikasi Claude yang terhubung dengan akun pengguna.
Dalam tutorial, remote control digunakan sehingga session AI agent dapat terlihat dan diakses dari MacBook maupun smartphone.
Setelah remote control aktif, session AI agent akan muncul pada perangkat yang terhubung.
Artinya, kita tidak harus terus membuka terminal VPS untuk memberikan instruksi.
10. Detach dari tmux Tanpa Mematikan AI Agent
Sekarang kita perlu keluar dari session tmux tanpa menghentikan proses Claude Code.
Gunakan kombinasi:
Ctrl + B
kemudian D
Perintah tersebut melakukan detach dari session tmux.
Yang perlu dipahami, detach bukan berarti menghentikan session.
Session tetap berjalan di server.
Karena itu, setelah koneksi SSH ditutup, Claude Code tetap dapat berjalan di background selama VPS dan session tersebut masih aktif.
Inilah bagian penting dari setup tersebut.
Laptop tidak perlu terus menyala.
11. AI Agent Bisa Diakses dari HP
Setelah konfigurasi selesai, session AI agent dapat diakses dari perangkat yang terhubung.
Dalam contoh tutorial, session bernama David Main Agent muncul di aplikasi Claude pada smartphone.
Dari sana, pengguna dapat berkomunikasi dengan agent tanpa harus kembali membuka terminal VPS.
Konsepnya cukup sederhana:
VPS → Ubuntu → Claude Code → tmux → Remote Control → Smartphone
Dengan konfigurasi tersebut, server menjadi tempat AI agent bekerja sementara smartphone dapat digunakan sebagai salah satu alat untuk memantau atau memberikan instruksi.
12. Buat CLAUDE.md sebagai Knowledge Base
Agar AI agent memahami konteks pekerjaan dengan lebih baik, tutorial menggunakan file bernama:
CLAUDE.md
File ini dapat digunakan untuk menyimpan informasi dasar mengenai pengguna, pekerjaan, preferensi, serta aturan yang perlu dipahami oleh agent.
Dalam contoh tutorial, agent diberi informasi mengenai profil pengguna dan jenis pekerjaan yang akan dilakukan, seperti coding, membuat presentasi, riset, dan pekerjaan produktivitas lainnya.
Dengan adanya konteks tersebut, agent memiliki referensi yang dapat digunakan ketika menjalankan tugas.
Misalnya, kita dapat memberikan instruksi seperti:
Saya menggunakan agent ini untuk membantu pekerjaan sehari-hari.
Prioritaskan coding, riset, presentasi, dan pekerjaan produktivitas.
Gunakan tools yang tersedia sesuai kebutuhan.
Isi CLAUDE.md tentu perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengguna.
13. Bisa Membuat Banyak AI Agent
Salah satu kemampuan yang ditunjukkan dalam tutorial adalah membuat session agent tambahan untuk pekerjaan tertentu.
Contohnya:
Main Agent
Presentation Agent
Coding Agent
Research Agent
Dalam contoh, dibuat session baru bernama David Presentation Agent yang dikhususkan untuk pekerjaan presentasi.
Pendekatan ini menarik karena setiap agent dapat memiliki konteks dan workspace masing-masing.
Misalnya:
Main Agent
Digunakan untuk pekerjaan umum dan koordinasi.
Presentation Agent
Fokus membuat dan mengembangkan presentasi.
Coding Agent
Fokus pada pekerjaan pemrograman dan code review.
Research Agent
Fokus pada pencarian dan pengolahan informasi.
Struktur tersebut memungkinkan pekerjaan dipisahkan sehingga konteks setiap agent tidak bercampur.
14. Apakah AI Agent Bisa Bekerja 24 Jam?
Secara konsep, setup seperti ini memungkinkan agent tetap aktif selama VPS dan proses yang menjalankannya tetap aktif.
Namun, istilah “AI bekerja 24 jam” bukan berarti AI akan otomatis menghasilkan uang atau menyelesaikan semua pekerjaan tanpa pengawasan manusia.
Ini merupakan salah satu pesan penting dari tutorial.
AI agent tetap dapat melakukan kesalahan. Output harus diperiksa dan manusia tetap bertanggung jawab terhadap keputusan akhir.
Jadi, manfaat utamanya bukan menggantikan manusia sepenuhnya, melainkan memindahkan pekerjaan repetitif dan proses tertentu kepada agent.
15. Berapa Biaya yang Dibutuhkan?
Dalam contoh tutorial, VPS berada di kisaran Rp100 ribuan per bulan.
Namun, VPS bukan satu-satunya biaya.
Ada kemungkinan biaya tambahan dari:
- Langganan model AI
- Penggunaan token
- Resource VPS yang lebih tinggi
- Storage tambahan
- Backup
- Tools eksternal
- Integrasi layanan lain
Transkrip juga menekankan bahwa biaya yang lebih besar justru dapat berasal dari model AI yang digunakan, terutama jika kebutuhan penggunaan cukup tinggi.
Jadi, jangan melihat biaya VPS saja.
Perhitungan sebenarnya adalah:
Biaya VPS + biaya AI + tools tambahan = total biaya operasional AI agent
16. Kelebihan Memasang AI Agent di VPS
Ada beberapa keuntungan dari pendekatan ini.
Bisa Diakses dari Mana Saja
Karena agent berjalan di server, kita tidak perlu membawa laptop setiap saat.
Server Tetap Aktif
Dengan bantuan tmux, session dapat tetap berjalan ketika koneksi SSH ditutup.
Workspace Lebih Terorganisasi
Setiap agent dapat memiliki folder dan konteks pekerjaan masing-masing.
Bisa Membuat Banyak Agent
Pekerjaan berbeda dapat dipisahkan ke dalam session berbeda.
Lebih Fleksibel
Server dapat diintegrasikan dengan berbagai tools dan layanan lain sesuai kebutuhan.
Tutorial juga menyebutkan bahwa agent dapat dikembangkan lebih jauh dengan berbagai tools dan integrasi lain.
17. Hal yang Perlu Diperhatikan
Meskipun terlihat sederhana, menjalankan AI agent di server sendiri tetap memiliki beberapa risiko.
Jangan Membagikan Kredensial VPS
IP address, username, password, API key, token, dan credential lainnya harus dijaga.
Aktifkan 2FA
Gunakan two-factor authentication pada akun provider dan layanan yang mendukungnya.
Jangan Memberikan Akses Tanpa Pertimbangan
AI agent yang memiliki akses ke server dapat melakukan berbagai tindakan. Karena itu, permission harus diberikan secara hati-hati.
Selalu Periksa Hasil AI
AI agent dapat melakukan kesalahan. Jangan langsung menjalankan perubahan penting tanpa melakukan pengecekan.
Perhatikan Biaya Model AI
VPS yang murah tidak otomatis berarti biaya keseluruhan murah. Penggunaan model AI secara intensif dapat meningkatkan pengeluaran.
Baca Juga: AI Mulai Geser Pekerjaan Repetitif, Skill Baru Ini Kini Jadi Rebutan Perusahaan
Kesimpulan
Memasang AI agent di server sendiri sebenarnya tidak harus serumit yang dibayangkan.
Dengan VPS, Ubuntu Server, SSH, Claude Code, dan tmux, kita dapat membuat lingkungan AI agent yang berjalan di server dan tetap dapat diakses secara remote.
Alurnya secara sederhana adalah:
Beli VPS
↓
Install Ubuntu Server
↓
Login menggunakan SSH
↓
Install Claude Code
↓
Login ke akun AI
↓
Install tmux
↓
Buat workspace
↓
Jalankan Claude Code
↓
Aktifkan Remote Control
↓
Detach session tmux
↓
Akses AI Agent dari perangkat lain
Kebutuhan awalnya juga tidak harus menggunakan komputer mahal. Dalam contoh tutorial, VPS berada di kisaran Rp100 ribuan per bulan, kemudian biaya AI model menjadi komponen lain yang perlu diperhitungkan.
Yang paling penting, AI agent sebaiknya dipandang sebagai asisten digital yang membantu pekerjaan, bukan mesin uang otomatis.
Dengan setup yang tepat, pekerjaan seperti coding, riset, membuat presentasi, pengolahan data, hingga berbagai pekerjaan repetitif dapat didelegasikan kepada agent, sementara manusia tetap memegang kendali dan melakukan supervisi.
Dengan begitu, kita tidak harus selalu membawa laptop ke mana-mana hanya untuk memantau pekerjaan yang sedang berjalan. Agent dapat tetap berada di server, sementara kita memantaunya dari perangkat yang lebih praktis.
Butuh server untuk menjalankan AI Agent sendiri? Mulai dari Rp165 ribuan, kamu sudah bisa mendapatkan cloud lokal dengan Intel Processor, hingga 4 Core CPU, hingga 4 GB RAM, dan hingga 100 GB Storage. Cocok untuk berbagai kebutuhan mulai dari AI Agent, development, hingga aplikasi dan website. Butuh resource lebih besar? Bisa custom sesuai kebutuhan.
Sumber:




