10 Rekomendasi Headset Bluetooth Dibawah 200 Ribu Terbaik 2025, Suara Jernih dan Bass Nendang!

10 Rekomendasi Headset Bluetooth Dibawah 200 Ribu Terbaik 2025, Suara Jernih dan Bass Nendang!

Mendengarkan musik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas harian kita, mulai dari menemani perjalanan ke kantor hingga menjadi penyemangat saat berolahraga. Namun, kabel yang kusut seringkali menjadi masalah klasik yang mengganggu kenyamanan tersebut. Di sinilah teknologi nirkabel hadir sebagai penyelamat, meskipun banyak orang masih ragu beralih karena stigma bahwa perangkat audio tanpa kabel itu mahal. Padahal, jika Anda jeli melihat pasar, menemukan rekomendasi headset bluetooth dibawah 200 ribu dengan kualitas mumpuni bukanlah hal yang mustahil di tahun ini.

Perkembangan teknologi audio yang begitu pesat membuat fitur-fitur premium yang dulunya hanya ada di perangkat jutaan rupiah kini mulai turun ke segmen entry-level. Anda tidak perlu lagi merogoh kocek dalam hanya untuk mendapatkan pengalaman mendengarkan musik yang bebas kabel, memiliki koneksi stabil, dan daya tahan baterai yang awet. Dalam artikel ini, kami telah mengurasi berbagai pilihan perangkat audio nirkabel terbaik yang ramah di kantong. Kami akan mengupas tuntas spesifikasi, kualitas suara, hingga kenyamanan penggunaan agar Anda bisa menemukan pasangan telinga yang paling tepat tanpa harus mengorbankan tabungan bulanan Anda.

Mengapa Headset Bluetooth Murah Semakin Layak Dibeli?

Sebelum kita masuk ke daftar produk, penting untuk memahami mengapa segmen harga dua ratus ribuan kini menjadi sangat kompetitif dan menarik. Beberapa tahun lalu, membeli TWS (True Wireless Stereo) atau headphone bluetooth di rentang harga ini sama saja dengan membeli barang mainan. Kualitas suaranya cempreng, koneksinya sering putus, dan baterainya hanya bertahan satu jam. Namun narasi tersebut telah berubah total. Produsen audio dari Tiongkok seperti Xiaomi, Lenovo, QCY, dan Baseus telah melakukan inovasi besar-besaran untuk menekan biaya produksi tanpa mengorbankan kualitas esensial secara brutal.

Faktor utama peningkatan ini adalah hadirnya standar Bluetooth 5.0 hingga 5.3 yang lebih efisien daya dan stabil. Chipset audio yang murah kini sudah mendukung codec AAC yang mampu menghantarkan suara lebih jernih dibandingkan codec standar SBC zaman dahulu. Selain itu, persaingan pasar yang ketat memaksa merek-merek ini untuk memberikan nilai lebih. Sekarang Anda bisa dengan mudah menemukan fitur seperti Low Latency Mode untuk bermain game atau bahkan ketahanan air IPX4 pada perangkat yang harganya setara dengan dua kali makan di restoran mewah. Jadi, membuang stigma bahwa “barang murah pasti jelek” adalah langkah awal yang bijak sebelum memilih headset baru Anda.

Baca Juga: Gadget Adalah: Pengertian, Fungsi, Manfaat

Kriteria Memilih Headset Bluetooth Anggaran Terbatas

Membeli barang elektronik dengan anggaran terbatas memerlukan kejelian ekstra dibandingkan saat Anda memiliki dana tak terbatas. Anda harus pintar memilah fitur mana yang menjadi prioritas dan fitur mana yang hanyalah gimmick pemasaran belaka. Berikut adalah panduan singkat agar Anda tidak salah pilih.

Pertama adalah kualitas suara dan ukuran driver. Pada rentang harga ini, jangan mengharapkan kualitas audiophile yang sangat detail. Namun, carilah headset yang memiliki karakter suara seimbang atau V-shape (bass dan treble yang ditingkatkan) karena karakter ini paling menyenangkan untuk musik pop atau elektronik. Ukuran driver speaker biasanya berkisar antara 6mm hingga 13mm. Driver yang lebih besar umumnya mampu menghasilkan bass yang lebih bertenaga, meskipun ukuran bukanlah satu-satunya penentu kualitas.

Kedua adalah daya tahan baterai. Ini adalah aspek krusial bagi perangkat nirkabel. Pastikan headset yang Anda incar mampu bertahan minimal 4 hingga 5 jam dalam sekali pengisian daya. Perhatikan juga kapasitas kotak pengisian atau charging case yang menyertainya. Idealnya, kotak tersebut bisa mengisi ulang headset Anda sebanyak dua hingga tiga kali, memberikan total waktu pemakaian yang cukup untuk menemani aktivitas seharian penuh tanpa perlu mencari colokan listrik.

Ketiga adalah kenyamanan dan desain. Ada dua jenis utama desain TWS yaitu in-ear (dengan karet silikon yang masuk ke lubang telinga) dan semi-in-ear (seperti AirPods klasik yang menggantung di telinga). Pilihan ini sangat subjektif. Tipe in-ear menawarkan isolasi suara pasif yang lebih baik dan bass yang lebih nendang, namun sebagian orang merasa pegal jika memakainya terlalu lama. Sebaliknya, tipe semi-in-ear lebih nyaman untuk penggunaan jangka panjang dan memungkinkan Anda tetap mendengar suara sekitar, namun isolasi suaranya kurang maksimal.

Rekomendasi Headset Bluetooth Dibawah 200 Ribu Terbaik

Berikut adalah daftar kurasi produk terbaik yang kami rangkum dari berbagai sumber terpercaya dan ulasan pengguna, yang menjamin kualitas suara dan ketahanan di kelas harganya.

1. Anker Soundcore R50i

Jika berbicara tentang raja di segmen budget, nama Anker Soundcore R50i seringkali menempati urutan teratas. Anker yang dikenal dengan kualitas produk premiumnya merilis seri R50i untuk mendominasi pasar pemula. Keunggulan utama dari produk ini adalah dukungan aplikasi Soundcore. Jarang sekali ada TWS di bawah 200 ribu yang memiliki dukungan aplikasi resmi untuk mengatur equalizer (EQ). Anda bisa memilih lebih dari 20 preset suara yang sesuai dengan selera musik Anda, mulai dari Bass Booster hingga Podcast.

Secara fisik, R50i memiliki desain yang kokoh dengan case yang dilengkapi tali lanyard, membuatnya mudah dibawa ke mana saja. Kualitas suaranya sangat solid dengan bass yang cukup dalam khas Soundcore, berkat driver 10mm yang disematkan. Baterainya pun sangat awet, mampu bertahan hingga 10 jam dalam sekali pakai dan total 30 jam dengan casingnya. Ini adalah pilihan paling aman dan all-rounder bagi siapa saja.

2. Lenovo Thinkplus GM2 Pro

Bagi para gamer seluler yang mencari tampilan futuristik dan performa gaming yang mumpuni, Lenovo Thinkplus GM2 Pro adalah primadona. Desain case-nya sangat unik menyerupai pesawat luar angkasa dengan lampu LED yang menyala keren saat dibuka. Bukan hanya soal tampang, headset ini dibekali dengan chip Bluetooth 5.3 yang menjamin koneksi stabil dan efisien.

Fitur andalannya adalah mode ganda Musik dan Game. Saat mode Game diaktifkan, latensi atau jeda suara akan berkurang signifikan, sehingga suara langkah kaki musuh di game seperti PUBG atau Mobile Legends akan terdengar sinkron dengan visual di layar. Meskipun fokus pada gaming, kualitas musiknya tidak mengecewakan dengan soundstage yang cukup luas. Harganya yang seringkali terjun bebas di bawah 150 ribu membuatnya menjadi buruan banyak anak muda.

3. Baseus Bowie E16

Baseus adalah pemain lama yang konsisten menghadirkan aksesoris berkualitas. Seri Bowie E16 hadir dengan desain open case yang transparan dan minimalis, memberikan kesan elegan yang jauh dari kata murahan. Bobotnya yang sangat ringan membuat telinga tidak mudah lelah meskipun digunakan untuk maraton menonton film drama korea atau seri Netflix favorit Anda.

Kelebihan utama Baseus Bowie E16 terletak pada ketahanan baterainya yang monster. Baseus mengklaim perangkat ini bisa digunakan hingga 30 jam total pemakaian dengan volume 70 persen. Selain itu, ia juga sudah mengantongi sertifikasi IPX4, yang artinya headset ini tahan terhadap cipratan air dan keringat. Jadi, Anda bisa dengan tenang menggunakannya saat jogging pagi atau sesi gym yang intens tanpa takut perangkat rusak terkena keringat.

4. QCY T13

Di kalangan komunitas audio atau kere hore, QCY T13 adalah legenda. Merek ini mungkin tidak sepopuler Xiaomi di mata masyarakat awam, namun kualitas suaranya seringkali disandingkan dengan produk yang harganya dua atau tiga kali lipat di atasnya. QCY T13 menawarkan kejernihan vokal yang luar biasa dan separasi instrumen yang rapi, sesuatu yang jarang ditemukan di kelas harga ini.

Selain kualitas suara, QCY T13 juga dilengkapi dengan 4 mikrofon yang mendukung fitur ENC (Environmental Noise Cancellation). Fitur ini membantu meredam kebisingan latar belakang saat Anda melakukan panggilan telepon, sehingga suara Anda terdengar lebih jelas oleh lawan bicara. Dukungan aplikasi QCY juga memungkinkan Anda untuk mengubah fungsi tombol sentuh dan melakukan update firmware untuk peningkatan performa jangka panjang.

5. Redmi Buds 4 Active

Xiaomi melalui lini Redmi selalu menjadi pilihan standar bagi mereka yang mencari ekosistem yang terintegrasi. Redmi Buds 4 Active hadir dengan driver dinamis berukuran besar yaitu 12mm. Ukuran driver yang besar ini memungkinkan produksi bass yang lebih powerful dan menggelegar, sangat cocok bagi penikmat musik EDM atau Hip Hop.

Salah satu fitur kenyamanan terbaik dari produk ini adalah dukungan Google Fast Pair. Jika Anda menggunakan ponsel Android, proses penghubungan headset ini semudah membuka tutup case di dekat ponsel, dan notifikasi pop-up akan langsung muncul untuk menghubungkan. Desainnya yang simpel dan pilihan warna yang netral menjadikannya aksesori yang pas untuk gaya hidup minimalis modern.

Baca Juga: Waspada! Ini Akibat Memakai Headset Terlalu Sering untuk Kesehatan

6. Eggel Energy Buds

Kita patut bangga karena merek lokal Indonesia, Eggel, mampu bersaing sengit di pasar audio. Eggel Energy Buds dirancang khusus untuk pengguna yang aktif dan menyukai bass yang dominan. Karakter suara Eggel memang dikenal warm dengan dentuman bass yang bulat, sangat sesuai dengan selera mayoritas telinga masyarakat Indonesia.

Kualitas rancang bangun atau build quality dari Eggel juga tidak main-main. Terasa solid dan awet di tangan. Eggel juga memberikan garansi resmi yang proses klaimnya relatif lebih mudah karena pusat layanannya berada di Indonesia. Jika Anda ingin mendukung produk dalam negeri sekaligus mendapatkan kualitas audio yang tidak kalah dengan merek luar, Eggel Energy Buds adalah kandidat yang sangat kuat.

7. Robot T50S

Merek Robot sudah sangat familiar di gerai-gerai aksesoris ponsel di seluruh Indonesia. Robot T50S menyasar segmen harga yang sangat terjangkau, seringkali bisa didapatkan di kisaran 100 ribuan saja. Meskipun harganya sangat ekonomis, desainnya cukup menarik dengan pilihan warna pastel yang ceria.

Secara fitur, Robot T50S menawarkan hal-hal dasar yang berfungsi dengan baik. Koneksi Bluetooth cukup stabil untuk penggunaan harian standar. Suaranya cenderung fokus pada mid dan high, sehingga cocok untuk mendengarkan podcast atau panggilan suara. Ini adalah pilihan tepat bagi pelajar atau Anda yang sering kehilangan headset dan membutuhkan pengganti yang murah namun fungsional tanpa banyak fitur rumit.

8. KIIP Wireless TH60

KIIP Wireless membawa angin segar dengan desain yang seringkali berbeda dari pasar arus utama. Seri TH60 misalnya, seringkali hadir dengan desain yang ergonomis dan fokus pada kenyamanan penggunaan jangka panjang. Beberapa model dari KIIP juga mengadopsi desain clip-on atau open-ear yang sedang tren, yang tidak menyumbat lubang telinga.

Kualitas suara KIIP TH60 cukup seimbang dengan detail yang lumayan. Merek ini juga sering memberikan garansi tukar baru yang panjang, memberikan ketenangan pikiran bagi pembeli. Bagi Anda yang tidak suka sensasi “budeg” saat memakai TWS model in-ear, mengecek lini produk dari KIIP bisa menjadi solusi alternatif yang menyegarkan.

9. Nokia E3100

Merek legendaris Nokia ternyata juga merambah pasar audio dengan seri E3100. Daya tarik utama dari TWS ini adalah desainnya yang color block atau kombinasi warna yang sangat kontras dan nyentrik, sangat cocok bagi anak muda yang ingin tampil beda. Ukurannya sangat mungil dan ringkas, mudah diselipkan ke dalam saku celana jins yang paling ketat sekalipun.

Meskipun ukurannya kecil, suara yang dihasilkan cukup lantang. Nokia tetap mempertahankan standar durabilitasnya dengan memberikan kualitas material yang terasa padat. Meskipun fiturnya tergolong standar tanpa aplikasi tambahan, nama besar Nokia memberikan jaminan kontrol kualitas yang lebih ketat dibandingkan merek-merek OEM tanpa nama yang beredar di pasaran.

10. Thinkplus Lenovo TH10 (Headphone Over-Ear)

Tidak semua orang menyukai model TWS yang kecil. Ada kalanya kita membutuhkan headphone model bando atau over-ear untuk kenyamanan dan isolasi suara yang lebih total. Di rentang harga di bawah 200 ribu, Lenovo TH10 adalah salah satu opsi headphone bluetooth terbaik. Busa telinganya cukup empuk dan bisa menutupi seluruh daun telinga, memberikan kenyamanan pasif yang baik.

Suara yang dihasilkan cukup megah berkat driver yang jauh lebih besar dibandingkan TWS. Headphone ini juga memiliki port audio jack 3.5mm, sehingga jika baterai habis, Anda tetap bisa mendengarkan musik menggunakan kabel aux. Ini adalah fitur penyelamat yang sangat berguna saat perjalanan jauh. Desainnya yang bisa dilipat juga membuatnya praktis untuk disimpan di dalam tas.

Baca Juga: Vivo Siapkan Headset Mixed Reality untuk Tahun Depan, Tantang Apple Vision Pro?

Memahami Istilah Teknis Sebelum Membeli

Saat membaca spesifikasi produk di toko daring, Anda mungkin akan dibingungkan dengan berbagai istilah teknis. Memahami istilah ini akan membantu Anda menilai apakah produk tersebut layak dibeli atau tidak. Berikut adalah penjelasan sederhananya.

Latency (Latensi)

Latensi adalah jeda waktu antara suara yang dikirim dari ponsel hingga terdengar di telinga Anda. Semakin rendah angkanya (dalam satuan milidetik atau ms), semakin baik. Headset biasa memiliki latensi sekitar 200ms hingga 300ms, yang mungkin membuat suara tembakan di game terdengar telat. Headset dengan “Game Mode” atau “Low Latency” biasanya menekan angka ini hingga 60ms atau bahkan 40ms, sehingga suara terasa real-time.

Driver Audio

Driver adalah komponen berbentuk piringan di dalam speaker yang bergetar untuk menghasilkan suara. Secara umum, semakin besar driver, semakin mudah ia menghasilkan frekuensi rendah (bass). Namun, driver kecil dengan penalaan (tuning) yang baik juga bisa menghasilkan suara yang detail. Jangan terpaku hanya pada ukuran mm, tapi baca ulasan mengenai karakter suaranya.

IP Rating (Ingress Protection)

Ini adalah standar ketahanan terhadap debu dan air. Kode IP diikuti dua angka. Angka pertama untuk debu, angka kedua untuk air. Jika tertulis IPX4, huruf X berarti data debu tidak dites, dan angka 4 berarti tahan cipratan air dari segala arah. IPX5 berarti tahan semprotan air tekanan rendah. Untuk olahraga, minimal carilah IPX4 agar aman dari keringat. Jangan gunakan headset IPX4 untuk berenang karena pasti akan rusak.

ENC vs ANC

Ini adalah dua hal yang sangat berbeda namun sering disalahartikan. ANC (Active Noise Cancellation) berfungsi meredam suara bising dari luar agar Anda bisa mendengar musik dengan tenang. Teknologi ini mahal dan jarang bekerja maksimal di headset bawah 200 ribu. Sedangkan ENC (Environmental Noise Cancellation) bekerja pada mikrofon untuk meredam suara bising di sekitar Anda agar lawan bicara di telepon bisa mendengar suara Anda dengan jelas. Kebanyakan headset murah mengunggulkan ENC, bukan ANC.

Cara Merawat Headset Bluetooth Agar Awet Bertahun-tahun

Membeli headset murah bukan berarti kita bisa memperlakukannya sembarangan. Dengan perawatan yang tepat, headset 150 ribuan bisa bertahan hingga bertahun-tahun. Masalah utama kerusakan TWS biasanya terjadi pada baterai dan konektor pengisian daya.

Hindari mengisi daya headset menggunakan kepala charger atau adaptor fast charging milik ponsel modern yang dayanya sangat besar (misalnya 33W, 67W, atau 120W). Arus yang terlalu besar dapat merusak IC regulator daya pada kotak pengisian TWS yang kecil. Gunakanlah adaptor lawas dengan output 1 Ampere atau colokkan kabel USB ke port laptop atau PC untuk pengisian yang lebih aman dan stabil.

Selalu bersihkan pin konektor kuningan pada earbuds dan di dalam case secara berkala. Keringat dan minyak dari telinga seringkali menempel dan mengering di sana, membentuk lapisan isolator yang menghalangi aliran listrik. Akibatnya, headset seringkali tidak mau mengisi daya atau salah satu sisi mati total. Gunakan cotton bud yang sedikit dibasahi alkohol atau minyak kayu putih untuk membersihkannya dengan lembut. Terakhir, hindari menjatuhkan case terlalu sering karena magnet di dalamnya bisa bergeser dan menyebabkan headset tidak bisa duduk sempurna saat diisi daya.

Baca Juga: Samsung Siapkan Peluncuran Headset XR “Project Moohan” Tahun Depan

Kesimpulan

Menemukan rekomendasi headset bluetooth dibawah 200 ribu yang berkualitas di tahun 2025 bukanlah misi yang mustahil. Pasar audio entry-level saat ini sedang berada di masa keemasannya dengan banyaknya opsi yang menawarkan nilai luar biasa untuk setiap rupiah yang Anda keluarkan. Apakah Anda seorang penikmat bass yang membutuhkan teman gym (Anker Soundcore R50i), seorang gamer kompetitif yang membutuhkan respons cepat (Lenovo GM2 Pro), atau penikmat audio yang mencari kejernihan vokal (QCY T13), semuanya tersedia.

Kunci kepuasan dalam membeli produk di segmen ini adalah manajemen ekspektasi. Anda memang tidak akan mendapatkan fitur ANC sekelas Sony atau kualitas material sekelas Apple, namun Anda mendapatkan kebebasan nirkabel, fitur fungsional yang bekerja dengan baik, dan kualitas suara yang sudah lebih dari cukup untuk dinikmati telinga awam. Pilihlah produk yang memiliki garansi jelas dan sesuai dengan profil penggunaan Anda. Selamat berburu audio nirkabel, dan nikmati kebebasan mendengarkan musik tanpa kabel yang mengikat!

Percuma sudah mengantongi salah satu dari rekomendasi headset bluetooth dibawah 200 ribu jika pengalaman audio Anda masih dirusak oleh buffering saat streaming lagu atau lag parah saat gaming. Maksimalkan potensi suara jernih dan bass nendang dari TWS baru Anda dengan berlangganan paket WiFi super hemat mulai dari Rp200 ribuan per bulan; dengan kecepatan internet tembus hingga 1 Gbps, Anda bisa menikmati streaming musik resolusi tinggi, maraton film 4K, hingga mabar game kompetitif tanpa jeda sedikitpun, menjadikan kombinasi gear audio murah dan koneksi ngebut ini sebagai investasi hiburan paling cerdas di tahun 2025!

FAQ

Apakah headset bluetooth murah aman untuk kesehatan telinga?

Aman, selama digunakan dengan volume yang wajar. Bahaya kesehatan telinga lebih disebabkan oleh paparan suara keras dalam jangka waktu lama, bukan karena harga atau merek headsetnya. Selalu terapkan aturan 60/60, yaitu volume maksimal 60 persen selama maksimal 60 menit.

Mengapa headset bluetooth saya suaranya putus-putus?

Ini bisa disebabkan oleh interferensi sinyal. Wi-Fi, microwave, atau dinding tebal bisa mengganggu sinyal Bluetooth. Selain itu, kondisi baterai yang lemah juga sering menyebabkan koneksi tidak stabil. Cobalah untuk me-reset headset dan mengisi daya hingga penuh.

Apakah semua TWS dibawah 200 ribu bisa dipakai untuk telepon?

Bisa, karena hampir semua TWS memiliki mikrofon bawaan. Namun, kualitasnya bervariasi. Jika prioritas Anda adalah untuk rapat Zoom atau panggilan telepon penting, carilah model yang secara spesifik menyebutkan fitur ENC atau memiliki batang mikrofon yang lebih panjang mendekati mulut.

Berapa lama umur baterai TWS murah biasanya bertahan?

Umur pakai baterai Lithium-ion pada TWS biasanya mulai menurun performanya setelah 1 hingga 2 tahun pemakaian rutin. Ini adalah hal yang wajar untuk semua perangkat elektronik berbaterai, baik yang murah maupun yang mahal.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top